Indonesia bukan hanya membeli 12 KIZILELMA untuk pengiriman mulai 2028, tetapi juga masuk lebih awal ke tren unmanned fighter yang bisa mengubah pola operasi udara tanpa pilot di Asia Tenggara.
Dengan radius tempur 500 nm, muatan 1,5 ton, dan plafon hingga 45.000 kaki, KIZILELMA berpotensi menjadi aset penting untuk patroli maritim jarak jauh di negara kepulauan.