Selisih 0,08 detik di final Krakow setara hanya sekitar 1,2% dari catatan waktu Desak, bukti bahwa di speed climbing, emas bisa ditentukan oleh detail sekecil start, ritme, dan satu pijakan.
Gelar ini datang saat Desak juga memimpin ranking dunia, jadi kemenangan Krakow bukan sekadar podium tunggal, melainkan sinyal konsistensi Indonesia di papan atas speed putri.