Mayoritas publik Indonesia tampak berhati-hati terhadap dinamika geopolitik global, tercermin dari 47% responden yang tidak setuju Indonesia bergabung dalam aliansi BoP, menunjukkan preferensi kuat untuk menjaga jarak dari blok kekuatan internasional.
Menariknya, di tengah sikap tersebut 90% responden percaya konflik Timur Tengah tetap akan berdampak pada Indonesia, terutama melalui jalur ekonomi seperti harga energi dan kebutuhan pokok yang sensitif terhadap gejolak global.
Preferensi publik juga selaras dengan tradisi politik luar negeri Indonesia yang sejak lama menekankan prinsip bebas dan aktif, yaitu berperan dalam diplomasi perdamaian tanpa harus terikat pada aliansi militer atau blok geopolitik tertentu.