Mobilitas masyarakat yang meningkat pada saat mudik lebaran menjadi peluang bagi pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya. Oleh karena itu, setiap tahunnya Polri selalu melaksanakan Operasi Kepolisian terpusat (Operasi Ketupat) untuk mengamankan arus mudik dan balik lebaran, termasuk pada tahun 2026 ini.
Baca Juga: Kendaraan Pribadi Masih Jadi Andalan Mudik 2026
Berdasarkan data yang diperoleh dari Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) selama periode mudik 13–25 Maret 2026, kasus kejahatan yang paling banyak terjadi adalah penganiayaan dengan jumlah 1.714 kasus. Angka ini menjadi yang tertinggi dibandingkan jenis kejahatan lainnya, diikuti oleh pencurian sebanyak 1.419 kasus dan pencurian dengan pemberatan (curat) sebanyak 1.282 kasus.
Sementara itu, jenis kejahatan lain tercatat dalam jumlah yang lebih rendah, seperti pengeroyokan sebanyak 743 kasus dan narkoba sebanyak 648 kasus. Di sisi lain, curanmor roda dua dan empat mencapai 476 kasus, sedangkan pencurian dengan kekerasan (curas) dan begal menjadi yang paling sedikit dengan jumlah 166 kasus.
Secara keseluruhan, kekerasan interpersonal seperti penganiayaan dan pengeroyokan tercatat memiliki angka yang tinggi. Hal ini salah satunya dipicu oleh potensi konflik sosial yang ikut naik seiring meningkatnya aktivitas masyarakat selama periode mudik. Di samping itu, kejahatan konvensional seperti pencurian banyak terjadi karena pelaku cenderung mengincar kondisi rumah kosong yang ditinggalkan saat mudik.
Data Operasi Ketupat menunjukkan adanya peningkatan jumlah kejahatan pada 2026 dibandingkan 2025. Pada periode 13–25 Maret 2026, total kejahatan tercatat sebanyak 11.067 kasus, sedikit lebih tinggi dibandingkan 10.912 kasus pada periode 26 Maret–8 April 2025. Kenaikan ini juga tercermin dari jumlah terlapor yang meningkat dari 12.068 orang pada 2025 menjadi 12.447 orang pada 2026.
Di sisi lain, jumlah korban juga mengalami lonjakan yang cukup signifikan, dari 9.442 orang pada 2025 menjadi 10.801 orang pada 2026. Peningkatan jumlah korban yang mencapai 14,41% dari Operasi Ketupat 2025 ini menunjukkan bahwa dampak kejahatan pada 2026 cenderung lebih luas terhadap masyarakat.
Strategi Pengamanan Mudik Lebaran 2026
Untuk pengamanan mudik lebaran 2026 lalu, Polri telah menyiapkan sebanyak 2.746 posko yang tersebar di seluruh Indonesia. Terdapat tiga pembagian pemanfaatan posko tersebut, yang terdiri dari 1.624 posko untuk pengamanan dan pusat informasi serta pengaturan arus lalu lintas, 779 posko sebagai posko pelayanan, tempat istirahat bagi pengemudi yang kelelahan, serta 343 posko untuk pusat kendali Operasi Ketupat 2026.
Adapun sebanyak 161.243 personel dikerahkan, terdiri dari 89.228 personel Polri serta 72.015 sisanya berasal dari gabungan TNI, Dishub, Satpol PP dan organisasi masyarakat. Selain itu, terdapat lima klaster utama yang menjadi fokus pengamanan selama Operasi Ketupat 2026. Klaster tersebut meliputi jalan tol, jalur arteri atau alternatif, pelabuhan penyeberangan, tempat ibadah, hingga kawasan wisata.
“Operasi Ketupat bukan hanya mengamankan arus mudik dan balik, tetapi bagaimana negara hadir memastikan rangkaian Ramadan, Idul Fitri, hingga aktivitas masyarakat berjalan aman dan lancar,” ujar Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Agus Suryonugroho, pada Jumat (13/3/2026), melansir Humas Polri.
Mayoritas Puas terhadap Operasi Ketupat 2026
Dari upaya pengamanan mudik lebaran tersebut, mayoritas warga yakni sebanyak 80.8% puas dengan penyelenggaraan mudik lebaran tahun ini. Selain itu mayoritas responden juga setuju bahwa Operasi Ketupat lebaran tahun ini lebih baik dalam menjamin kelancaran arus lalu lintas dan menekan angka kecelakaan lalu lintas dibanding tahun lalu.
Informasi ini diambil berdasarkan laporan Evaluasi Publik terhadap Penyelenggaraan Mudik Lebaran 2026 oleh Indikator. Survei dilakukan pada 29 Maret hingga 4 April 2026 yang melibatkan sebanyak 1.200 orang responden berusia 17 tahun atau lebih dari seluruh provinsi di Indonesia. Adapun margin of error dalam survei ini sekitar 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.
Baca Juga: Isu Mudik Lebaran 2026 Tuai Sentimen Positif di Media Sosial
Sumber:
https://pusiknas.polri.go.id/detail_artikel/potret_dan_analisis_kejahatan_selama_operasi_ketupat_2026
Penulis: Silmi Hakiki
Editor: Editor