Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan dengan kekayaan wisata yang tak ada habisnya, mulai dari bentangan pantai yang eksotis hingga warisan budaya yang kental. Popularitas destinasi seperti Bali, Yogyakarta, hingga Bandung telah memposisikan Indonesia sebagai magnet pariwisata yang tidak hanya berjaya di kancah nasional, tetapi juga diakui secara internasional.
Keanekaragaman inilah yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik untuk terus mengeksplorasi keindahan nusantara. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada Februari 2026 tercatat sebesar 91,13 juta perjalanan, sedangkan untuk wisatawan mancanegara (wisman) tercatat 1,16 juta perjalanan.
Guna memetakan preferensi publik terhadap destinasi wisata dalam negeri, GoodStats melakukan survei bertajuk Kota Pilihan Masyarakat 2026. Berdasarkan hasil survei tersebut, Bali masih mengukuhkan posisinya sebagai primadona utama dengan raihan 73%.
Baca Juga: 10 Provinsi Tujuan Favorit Wisatawan Nusantara Awal 2026
Bali sendiri menawarkan perpaduan antara kekayaan budaya dan pesona alam, mulai dari suasana matahari terbenam di Pura Uluwatu, hamparan sawah terasering, hingga Tegalalang yang hijau di Ubud. Bagi pencinta petualangan, tebing-tebing eksotis di Nusa Penida atau keheningan pegunungan di Bedugul juga dapat memberikan pengalaman yang tak terlupakan.
Tak terpaut jauh, Yogyakarta menempati posisi kedua dengan persentase 71%, disusul Bandung di peringkat ketiga dengan 55%. Destinasi lain yang masuk dalam jajaran sepuluh besar antara lain Lombok (35%), Bogor (33%), Malang (19%), Jakarta (14%), Banda Aceh (9%), Bukittinggi (8,6%), dan Manado (5,6%).
Alasan di Balik Pemilihan Kota Wisata
Selain destinasi favorit, GoodStats juga membedah faktor yang mendorong wisatawan memilih kota-kota tersebut. Alasan utama yang paling banyak dipilih responden adalah banyaknya pilihan tempat wisata menarik (80%). Faktor alam dan sejarah juga memegang peranan krusial, di mana 70% responden memilih karena keindahan alam yang menakjubkan dan 50% terpikat oleh banyaknya tempat bersejarah.
Sektor kuliner turut menjadi salah satu alasan utama dengan persentase 45%. Sementara, aspek penunjang seperti sarana dan prasarana pariwisata (30%), kemudahan akses (17%), serta ketersediaan transportasi umum (15%) turut menjadi pertimbangan penting bagi masyarakat sebelum memutuskan untuk berwisata.
Lebih jauh, Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana menyatakan sektor pariwisata Indonesia terus tumbuh positif meski dihadapkan pada dinamika global. Hal ini terlihat dari melonjaknya angka kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik.
Didampingi Wakil Menteri Ni Luh Puspa dalam laporan bulanan di Jakarta, ia menegaskan pemerintah kini tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga fokus pada pengembangan pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi ekonomi masyarakat.
“Kementerian Pariwisata terus memperkuat berbagai kebijakan dan program untuk memastikan bahwa pariwisata Indonesia tidak hanya tumbuh dari sisi jumlah kunjungan, tetapi juga semakin berkualitas, berkelanjutan, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Menteri Widiyanti pada Selasa (7/4/2026). dikutip laman resmi Kementrian Pariwisata RI.
Untuk menjaga momentum pemulihan tersebut, Kementerian Pariwisata berkomitmen memperkuat berbagai kebijakan strategis guna meningkatkan daya saing nasional. Pemerintah akan terus memantau perkembangan industri secara cermat agar setiap langkah yang diambil tetap terukur dan efektif. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa pertumbuhan pariwisata selaras dengan penguatan strategi yang mampu menghadapi tantangan di masa depan
Adapun survei ini melibatkan 1.000 responden yang tersebar di berbagai wilayah, dengan mayoritas berasal dari Pulau Jawa (73%) mencakup Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Banten, dan DI Yogyakarta serta 23% responden dari luar Pulau Jawa..
Baca Juga: 10 Objek Wisata di Jakarta dengan Kunjungan Wisnus Terbanyak
Sumber:
https://goodstats.id/publication/kota-pilihan-masyarakat-indonesia-2026-Oo4L5
Penulis: Anggia Leksa
Editor: Editor