Temuan fosil berusia sekitar 1,8 juta tahun di Bumiayu memperkuat bahwa Indonesia masih menyimpan banyak simpul penting evolusi purba yang belum sepenuhnya terpetakan, bahkan berpotensi mengubah cara kita membaca sejarah prasejarah di Jawa.
Menariknya, kombinasi fosil fauna dan artefak seperti alat batu serta alat tulang membuat sebuah situs jadi jauh lebih bernilai, karena peneliti bisa membaca bukan cuma kehidupan hewan purba, tetapi juga kemungkinan interaksi manusia dengan lingkungannya.