Kesenjangan sentimen negatif antara Twitter/X dan YouTube mencapai 50,9%, memperlihatkan bahwa karakter platform ikut memengaruhi intensitas respons publik.
Dominasi emosi marah sebesar 55% menunjukkan bahwa percakapan tidak berhenti pada ketidaksetujuan, tetapi berkembang menjadi reaksi emosional yang kuat.
Sentimen negatif di media sosial juga jauh lebih tinggi dibandingkan media online, mengindikasikan bahwa ruang percakapan antarwarganet cenderung lebih kritis daripada pemberitaan formal.