16.501 titik panas terdeteksi satelit dalam 24 jam terakhir — se-Indonesia, sampai tingkat desa
Belum ada berita yang bisa ditampilkan sekarang.
Sistem pemantauan karhutla Ditjen Gakkum Kementerian Kehutanan. Dari sini datang titik api 24 jam terakhir beserta pencocokannya ke provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa — hal yang tidak diberikan sumber satelitnya sendiri.
Asal deteksinya: Terra & Aqua (MODIS) (1 km), Suomi NPP (VIIRS) (375 m), NOAA-20 (VIIRS) (375 m). FIRMS memproses citra sensor-sensor ini jadi titik panas beserta tingkat keyakinannya, biasanya dalam hitungan jam sesudah satelit melintas.
Jalur pengolahan kedua yang juga disediakan SiPongi, dari stasiun bumi yang menerima siaran langsung sensor yang sama. Tidak dipakai di halaman ini — mencampurnya dengan jalur NASA berarti menghitung kebakaran yang sama dua kali.
Basemap peta (CARTO Positron), dibangun di atas data OpenStreetMap.
Layer relief (bayangan bukit) yang bisa dinyalakan dari menu tools — memperlihatkan bahwa karhutla Indonesia hampir seluruhnya terjadi di dataran rendah dan lahan gambut, bukan di perbukitan.
Titik api adalah petak permukaan seluas 375 m–1 km yang terbaca satelit sebagai lebih panas dari sekelilingnya. Satu kebakaran besar bisa mengisi puluhan petak sekaligus, sedangkan kebakaran kecil di bawah tajuk pohon bisa tidak terbaca sama sekali. Jumlah titik menunjukkan seberapa luas dan intens panasnya, bukan berapa kali kebakaran terjadi — dan tidak bisa dipakai menghitung luas lahan terbakar.
Peta ini merangkum 24 jam terakhir dari 3 satelit yang melintas Indonesia pada jam berbeda-beda. Kebakaran yang menyala sepanjang hari karena itu muncul beberapa kali di tempat yang hampir sama. Saring per satelit lewat legenda di kiri-bawah kalau ingin melihat satu lintasan saja.
Angka keyakinan datang dari algoritma deteksinya sendiri — seberapa yakin petak itu api, bukan seberapa besar apinya.Tinggi— hampir pasti apiSedang— kemungkinan besar apiRendah— meragukan — bisa pantulan atau tepi awanKeyakinan rendah tidak berarti salah; artinya sinyalnya lemah atau terganggu awan. Mayoritas titik selalu jatuh di tingkat sedang.
Titik api bukan bukti pelanggaran, dan lokasinya berhenti di tingkat desa — satu petak selebar ratusan meter tidak cukup buat menunjuk lahan siapa pun. Peta ini juga tidak menampilkan luas kebakaran, status pemadaman, atau kualitas udara; semuanya ada di SiPongi+ dan sistem KLHK lain yang ditautkan di dialog "Sumber data".