Yang kamu lihat di peta ini

Sebaran abu vulkanik

Ke mana abu dari gunung api Indonesia yang sedang erupsi terbawa angin — area yang sudah teramati, lalu prakiraannya sampai 18 jam ke depan.

anginTeramati+6 j+12 j+18 j

Sumber: Darwin VAAC & GDACS. Bukan model dispersi resmi — untuk keselamatan penerbangan, rujuk VONA & VA SIGMET.

GoodStats

Sebaran Abu Vulkanik

Ke mana abu gunung api Indonesia yang sedang erupsi menyebar

5 Aktif
Peta: CARTO © OpenStreetMap · EsriDiambil 10 Sep 2026, 10.25 WIB
Sumber dataDari mana data di dasbor ini diambil
GDACSDiambil 10 Sep 2026, 10.25 WIB

Global Disaster Alert and Coordination System — status & laporan erupsi aktif (level Orange/Red) untuk gunung api Indonesia.

MAGMA ESDMSnapshot 7 Sep 2026, 09.56 WIB

Posisi & data dasar 70 gunung api Indonesia (koordinat, wilayah, ketinggian) — snapshot statis, tidak diambil ulang tiap scrape karena posisi gunung tidak berubah.

MAGMA Indonesia (VONA)Diambil 10 Sep 2026, 11.35 WIB

Volcano Observatory Notice for Aviation — notice resmi PVMBG tiap gunung erupsi/mengeluarkan abu: kode warna penerbangan, tinggi kolom abu, arah sebaran.

Open-MeteoDiambil 8 Sep 2026, 13.30 WIB

Kecepatan & arah angin sekarang, dipakai buat animasi partikel angin di peta (dan detail per gunung).

Darwin VAAC (via GDACS)Diambil 10 Sep 2026, 10.25 WIB

Sebaran abu — poligon teramati & prakiraan +6/+12/+18 jam dari Volcanic Ash Advisory Centre Darwin, diproses GDACS jadi GeoJSON. Cuma buat gunung yang lagi jadi event GDACS (Orange/Red).

Darwin VAAC — VA SIGMETDiambil 10 Sep 2026, 11.45 WIB

Poligon abu teramati langsung dari VA SIGMET Darwin RSMC, buat gunung erupsi yang tidak jadi event GDACS (Semeru, Ibu, Lewotolok, Dukono, dst). Prakiraan +6/+12/+18 jam diperkirakan dengan menggeser poligon sepanjang arah gerak SIGMET — bukan model dispersi.

Basemap peta (CARTO Positron), dibangun di atas data OpenStreetMap.

Layer relief (bayangan bukit) yang ditumpuk di atas basemap putih — bikin lereng & gunung kelihatan timbul, makin gelap makin terjal.

Pustaka istilahPenjelasan istilah seputar gunung api, abu vulkanik, dan peta

Gunung api

Di atas puncak vs di atas permukaan laut (dpl)
VONA menyebut keduanya. "Di atas puncak" = tinggi abu dihitung dari puncak gunung — angka yang relevan buat menilai seberapa kuat letusannya. "Di atas permukaan laut (dpl / ASL)" = tinggi total dari muka laut (tinggi puncak + tinggi abu) — angka yang dipakai penerbangan karena pesawat terbang pada ketinggian tertentu di atas laut.
Erupsi
Peristiwa keluarnya magma, gas, abu, atau batuan dari dalam bumi lewat gunung api. Bisa eksplosif (meletus, melempar abu tinggi) atau efusif (lava mengalir). Satu periode erupsi bisa berlangsung menit sampai bertahun-tahun dengan letusan berulang.
Kolom abu / awan abu vulkanik
Awan berisi partikel batuan halus (abu), gas vulkanik, dan uap air yang naik dari kawah lalu terbawa angin. Tingginya diukur dari puncak gunung atau dari permukaan laut. Abu vulkanik berbahaya buat mesin pesawat, pernapasan, dan bisa merusak atap/tanaman.
Level aktivitas gunung api (Normal–Awas)
Skala resmi PVMBG untuk tingkat bahaya gunung api. Level I Normal: aktivitas dasar. Level II Waspada: ada peningkatan. Level III Siaga: kecenderungan menuju letusan, mulai ada rekomendasi pengungsian di radius tertentu. Level IV Awas: letusan besar berpeluang segera terjadi atau sudah berlangsung. Dasbor ini menampilkan status dari kode warna penerbangan VONA/GDACS (Orange ≈ Siaga, Red ≈ Awas) — pendekatan, bukan level PVMBG resmi.
MAGMA Indonesia
Aplikasi/web PVMBG (magma.esdm.go.id) yang mengumpulkan laporan gunung api, gempa bumi, gerakan tanah, dan VONA dari pos-pos pengamatan. Dasbor ini mengambil data VONA dan posisi gunung dari sini.
Pos Pengamatan Gunung Api (PGA)
Setiap gunung api aktif punya satu atau lebih pos pengamatan dengan petugas dan alat (seismograf, kamera, dll.) yang memantau terus-menerus dan melaporkan aktivitas — termasuk menerbitkan VONA saat terjadi erupsi.
PVMBG
Unit di bawah Badan Geologi, Kementerian ESDM, yang memantau seluruh gunung api Indonesia lewat pos pengamatan, menetapkan level aktivitas, dan menerbitkan VONA. Dikenal juga sebagai CVGHM (Center for Volcanology and Geological Hazard Mitigation).
Seismograf / amplitudo / tremor
Seismograf merekam getaran akibat pergerakan magma dan letusan. Amplitudo maksimum (mm) menunjukkan kekuatan getaran suatu erupsi; durasi (detik) menunjukkan lamanya. Tremor adalah getaran yang menerus (bukan hentakan tunggal), sering menandai magma yang bergerak.

Abu vulkanik & penerbangan

FIR (Flight Information Region)
Langit dibagi jadi FIR. Indonesia punya dua: FIR Jakarta (kode WIII/WIIF) untuk bagian barat, dan FIR Ujung Pandang/Makassar (WAAA/WAAF) untuk bagian timur. VA SIGMET diterbitkan per FIR, jadi FIR menandakan wilayah mana gunungnya.
Flight Level (FL) & SFC
FL070 = 7.000 kaki (±2.100 m) di atas permukaan laut standar; FL150 = 15.000 kaki, dst. "SFC/FL070" pada SIGMET berarti abu terbentang dari permukaan (SFC) sampai FL070. Dipakai penerbangan karena pesawat mengacu ketinggian di atas laut, bukan di atas gunung.
GDACS
Global Disaster Alert and Coordination System. Menggabungkan data bencana dunia dan memberi tingkat siaga (Green/Orange/Red). Untuk gunung api, GDACS mengolah ulang geometri abu Darwin VAAC jadi poligon prakiraan yang rapi. Dasbor ini pakai alert & geometri abu GDACS.
Knot (KT)
Satuan kecepatan mil laut per jam, standar di penerbangan & meteorologi. "MOV NW 15KT" pada SIGMET = awan abu bergerak ke barat laut sekitar 28 km/jam.
Kode warna penerbangan
Hijau: gunung normal. Kuning: aktivitas meningkat / menurun setelah erupsi. Oranye: kemungkinan besar erupsi dengan sedikit/tanpa abu, atau erupsi sedang berlangsung tanpa abu signifikan. Merah: erupsi dengan kolom abu tinggi sedang berlangsung atau segera terjadi. Skala ini soal bahaya penerbangan, tidak persis sama dengan level PVMBG.
OBS & FCST
Pada layer "Abu Vulkanik" di peta: poligon "Teramati" (OBS) adalah sebaran abu saat pengamatan; "+6/+12/+18 jam" (FCST) adalah prakiraan ke mana abu bergerak. Untuk gunung yang tidak dilacak GDACS, prakiraannya diperkirakan dengan menggeser poligon OBS sepanjang arah gerak SIGMET (bukan model dispersi penuh).
VA SIGMET
SIGMET (Significant Meteorological Information) adalah peringatan wajib untuk fenomena yang membahayakan pesawat. "VA SIGMET" khusus abu vulkanik: memuat posisi gunung, poligon awan abu yang teramati (koordinat), batas ketinggian, dan arah + kecepatan geraknya. Diterbitkan per FIR.
VAA (Volcanic Ash Advisory)
Produk utama VAAC: menggambarkan area awan abu saat ini (OBS) dan prakiraan posisinya 6, 12, 18 jam ke depan berdasarkan model angin. Lebih detail daripada VA SIGMET.
VAAC (Darwin VAAC)
Volcanic Ash Advisory Centre. Ada 9 di dunia; wilayah Indonesia ditangani VAAC Darwin (Biro Meteorologi Australia). Tugasnya melacak awan abu (satelit + laporan darat), memodelkan ke mana abu bergerak, dan menerbitkan VAA + VA SIGMET. Poligon sebaran abu di peta ini berasal dari sana.
VONA
Volcano Observatory Notice for Aviation. Pesan singkat berformat baku (16 field) yang diterbitkan pos pengamatan tiap kali sebuah gunung erupsi atau mengeluarkan abu: waktu, lokasi, kode warna penerbangan, tinggi kolom abu, arah & warna abu, catatan seismik. Ditujukan ke maskapai, ATC, dan VAAC.

Peta

Adveksi
Untuk gunung yang tidak dilacak GDACS, poligon prakiraan abu di peta dibuat dengan menggeser poligon teramati (OBS) sepanjang arah & kecepatan gerak dari SIGMET, sejauh jarak tempuh angin dalam 6/12/18 jam. Ini perkiraan kasar: bentuk & ukuran awan dianggap tetap, padahal VAAC sungguhan juga membesarkan & memutar awannya.
Basemap
Peta dasar di dasbor ini dari CARTO/OpenStreetMap (sengaja polos & putih supaya layer data — marker, angin, abu, relief — menonjol). Petak-petak gambarnya (tile) di-cache di browser biar cepat waktu geser/zoom ulang.
Layer angin
Animasi ala Windy: garis-garis kecil bergerak mengikuti angin permukaan nasional (data Open-Meteo). Berguna buat membaca ke mana abu kemungkinan terbawa. Arah pakai konvensi meteorologi (arah datangnya angin).
Poligon sebaran abu
Bentuk area (bukan lingkaran simetris) yang menggambarkan awan abu — condong ke satu arah mengikuti angin. Layer "Abu Vulkanik" menampilkan satu poligon per langkah waktu (teramati, +6, +12, +18 jam). Warnanya makin pudar untuk prakiraan yang makin jauh ke depan.
Relief / bayangan bukit (hillshade)
Layer relief mensimulasikan bayangan matahari pada medan: lereng yang menghadap menjauhi cahaya jadi gelap, yang menghadap cahaya terang. Ditumpuk di atas basemap putih jadi dataran tetap putih, sementara gunung & lembah terlihat tiga dimensi. Dari Esri; makin gelap ≈ makin terjal/tinggi.